4 Kesalahan "Malam Pertama"

4 Kesalahan "Malam Pertama" - Malam pertama memang malam yang ditunggu-tunggu pasangan yang baru saja menikah. Tak jarang perempuan merasa canggung, tegang, dan takut. Bahkan, ada juga yang menjadi overacting.



Rasa malu atau takut umumnya memang dialami perempuan yang belum pernah melakukan hubungan intim. Mereka mungkin tidak siap jika harus berbagi secara total dengan pasangannya, tak hanya berbagi perasaan, tetapi juga fisik. Sekadar tidur bersama sih okelah, tetapi membuka seluruh pakaian di hadapan pria, berdua saja di dalam kamar yang tertutup?

Gabungan antara perasaan takut, malu, risi, deg-degan (tapi juga sedikit excited) itu akhirnya membuat sebagian perempuan melakukan hal-hal yang membuatshock pasangannya. Ingin tahu apa saja yang kerap dilakukan perempuan pada malam pertamanya?

Berikut ini adalah 4 Kesalahan "Malam Pertama" :

1. Mendadak sakit kepala. Karena malu, risi, ditambah panik suami bakal memaksa untuk langsung berhubungan, Anda pun terus mencoba bertahan. Caranya, dengan berpura-pura mengantuk, kepala sedang pusing, atau menunda-nunda selama mungkin.

Sesuatu yang dipaksakan hasilnya memang kurang baik. Jika Anda memang masih risi, katakan terus terang kepada suami dan jangan malah "lari dari kenyataan" alias kabur dari kamar. Berusahalah untuk rileks saat berbaring dengan suami. Minta suami untuk tidak terburu-buru menyergap Anda. Waktu demi waktu, ketika Anda sudah lebih santai, biarkan suami membimbing langkah Anda selanjutnya.

2. Terlalu banyak teori. Agar malam pertama berjalan lancar dan tidak menegangkan, banyak perempuan yang berusaha membekali diri dengan membaca buku tentang seks atau bertanya kepada teman-temannya yang sudah menikah. Pertanyaan seperti sebanyak apakah darah yang keluar (akibat selaput dara robek) atau gerakan apa yang harus dilakukan saat penetrasi sudah terjadi paling sering membuat perempuan pening.

Making love is about having fun. Jadi, tak perlu terlalu mengikuti aturan yang ada di buku panduan. Tak usah terlalu tegang saat menghadapinya. Ketegangan hanya membuat suasana menjadi rusak dan suami kehilangan mood untuk berdekatan dengan Anda.

3. Om-do, alias omong doang! Banyak orang sebenarnya tidak tampil seperti dirinya yang asli. Misalnya, si A yang sering gembar-gembor mengenai pengalamannya di atas ranjang atau si B yang sering ngomong jorok (porno, maksudnya) ternyata masih polos.

Untuk Anda yang memang om-do, sudahlah, jelaskan terus terang kepada suami bahwa Anda memang sedikit tegang. Kalau kebetulan Anda punya suami yang ternyata lebih berpengalaman sih, tak masalah. Jika suami juga pemalu atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, tentu akhirnya jadi kacau. Meskipun begitu, banyak juga pasangan yang menikmati saja malam pertama yang gagal akibat sama-sama tidak berpengalaman.

4. Bergaya ala bintang porno. Saking penginnya tampil sensual (dan terlihat berpengalaman), Anda mengingat-ingat film porno yang pernah Anda tonton, lalu mempraktikkannya di depan suami. Anda pun membuka pakaian satu per satu bak seorang stripper, seperti dada Anda berdegup kencang. Sambil ngoceh panjang lebar untuk menutupi rasa panik, Anda lalu membuat gerakan-gerakan erotis sekaligus membelai suami di bagian mana pun yang menurut Anda sensitif.

Bila Anda memang belum berpengalaman, tak usah melakukan aksi berlebihan seperti ini. Tak usah bereksplorasi terlalu berani, misalnya dengan memakai pakaian atau atribut semacam pecut, borgol, stoking berikut garter belt-nya, atau apa pun yang sering Anda lihat di film. Bagaimanapun, tak semua pria memiliki fantasi semacam itu. Salah-salah, Anda dikira sudah sering beraksi seperti itu di hadapan pria lain. Lebih baik diskusikan sebelumnya dengan suami apa yang ingin Anda lakukan berdua saat itu.

Blog, Updated at: 12:38

0 comments:

Post a Comment

Kategori

Daftar isi